Selasa, 16 Desember 2014

Dibentuk Jurnalis Cinta Maritim NTT

Kupang, jejakkasus.com- Jurnalis Cinta Maritim (Jucima) Nusa Tenggara Timur resmi dibentuk. Terbentuk wadah ini atas inisiatif wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan media online di Kupang,  Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi dan DPRD NTT memberikan dukungan yang besar bagi organisasi Jurnalis Cinta Maritim (Jucima) NTT. Menurut Pemerintah kehadiran Jucima sangat strategis dalam mendukung kerja pemerintah di bidang kemaritiman yang lagi gencar saat ini.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat rekan-rekan yang telah mendirikan  Jucima NTT. Ini sangat tepat untuk mendukung program-program pemerintah pusat maupun daerah. Kami berharap wadah ini menjadi sarana perjuangan kaum jurnalis dalam membangun daerah NTT yang dikuasai lautan yang luas,” kata Seda NTT Frans Salem, SH, M.Si saat audiens dengan Jucima NTT.
Ia berharap hadirnya Jucima NTT memberikan peran yang maksimal dalam program-program nyata dan bermanfaat untuk peningkatan PAD NTT. Selain itu, juga bermanfaat bagi seluruh nelayan dan kaum muda agar lebih peduli terhadap potensi laut NTT.
Sementara Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, SH mengatakan secara kelembagaan, DPRD NTT mendukung sepenuhnya kehadirian Jucima. Sebab ini sangat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai program.
Acara deklarasi dan pengukuhan Jucima NTT berlangsung di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kota Kupang, Jumat (12/12/2014), dan dikukuhkan Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Drs. Abraham Maulaka saat upacara Hari Nusantara ke – 14 tahun 2014 tingkat Provinsi NTT.
Upacara Hari Nusantara tingkat Provinsi NTT yang dirangkai dengan kegiatan Deklarasi Jucima NTT, bersih pantai ini dihadiri puluhan nelayan, jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait.
Deklarasi Jucima NTT memuat lima poin yaitu; pertama, Jurnalis Cinta Maritim Nusa Tenggara Timur mendukung program kemaritiman Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden Drs, H. Muhammad Jusuf Kalla.
Kedua, Juralis maritim Nusa Tenggara Timur mendukung  pembangunan sektor kemaritiman melalui   gerakan masuk laut (gemala) dan gerakan makan ikan  yang dicanangkan Gubernur Drs. Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur, Drs. Benny Litelnoni, SH, M.Si.
Ketiga, Jurnalis maritim  Nusa Tenggara Timur mendukung TNI Angkatan Laut Pol Air mewujudkan kedaulatan  dan  keamanan wilayah perairan  NTT yang merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keempat, Jurnalis Maritim Nusa Tenggara Timur siap menjadi mitra seluruh stakeholder kelautan dan perkanan di tingkat provinsi  dan kabupaten kota.
Kelima, Jurnalis maritim Nusa Tenggara Timur siap  mengemban misi mulia dalam membantu kaum nelayan melalui  edukasi dan advokasi media.
Naskah Deklarasi Jucima NTT ini, dibacakan Sekretaris Jucima NTT, Labu Nggiku Mbuhang sebelum dilakukan pengukuhan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan NTT.
“ Memperingati hari Hari Nusantara terkandung makna untuk mempertegas dan terus mengingatkan kepada kita semua bahwa bangsa Indonesia memiliki laut yang luas terbesar di dunia, dan juga termasuk Provinsi NTT sebagai provinsi kepulauan yang memiliki keberanekaragaman budaya, adat istiadat, dan potensi khususnya sumber daya kelautan yang besar, dan dapat mensejahterakan masyarakat”, kata Abraham Maulaka dalam sambutannya.
Pada Hari Nusantara ke – 14 tahun 2014 mengangkat tema “ Membangun Nusantara dengan Inovasi Maritim Anak Bangsa”.
Oleh karena itu, dengan tema ini sangat relevan dengan kebijakan nasional yang sementara digalangkan Presiden Joko Widodo dan Wapres Yusuf Kalla tentang kedaulatan maritim, juga sangat relevan dengan program Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Benny Litelnoni tahun 2013 – 2018 telah menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan. Maksud menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan untuk meningkatkan daya saing bagi Pemerintah Provinsi NTT.
Kepada Jurnalis Cinta Maritim NTT yang baru dideklarasikan, mantan wakil bupati Alor ini berharap meluangkan waktu dan pemikiran yang inovatif untuk memberikan kontribusi dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya.
Kiranya wadah ini dapat efektif sebagai wadah edukatif dan inovatif dalam kerangka kemitraan untuk mendorong berbagai stakeholder agar bersinergi dalam pengelolaan sumber kemaritiman berbasis hulu ke hilir yang berdaya saing.
“ Saya meminta kepada semua rekan  jurnalis sebagai mitra DKP NTT harus memberikan kontribusi pemikiran yang obyektif, konstruktif dan edukatif bagi masyarakat nelayan. Tentun ya aksi nyata dibutuhkan bagi pembangunan kemaritiman di NTT,” kata Maulaka.
Ia menegaskan, peran kaum jurnalis sangat penting dalam membangun sektor kemaritiman. Untuk itu, momentum Hari Nusantara ke-14 yang akan dirayakan pada tanggal 15 Desember 2014 merupakan momentum kebangkitan maritim sekaligus momentum kebangkitan kaum jurnalis untuk lebih peduli pembangunan daerah.
Ketua Jucima NTT, Kornelius Moa Nita dalam sekapur sirihnya mengatakan jurnalis maritim dibentuk bertolak dari sebuah kesadaran bersama kaum kuli tinta yang merasa peduli terhadap penyelamatan ekosistem laut dari ancaman kerusakan akibat limbah beracun, sampah dan bom.
Ia mengajak seluruh nelayan di perairan laut NTT segera menghentikan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, karena akan merusak seluruh ekosistem laut.
Ditambahkan Moa Nita, Jucima mendukung sepenuhnya program pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang akan memaksimalkan laut menjadi  tulang punggung ekonomi rakyat.  Program ini kata dia, sangat sinergi dengan program kelautan yaitu gerakan masuk laut (Gemala) dan gerakan makan ikan (Gemar Ikan) yang dicangkan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Menyinggung program tahun 2015, Moa Nita mengatakan, ada beberapa program besar yang akan dilakukan Jucima, yaitu melakukan investigasi abrasi di beberapa daerah kritis dan melakukan penanaman bakau bersama warga pesisir, melakukan kampanye media penyelamatan ekosistem laut di berbagai media,  pembersihan sampah di pantai yang kotor, lomba karya jurnalisik kemaritiman, dan Konferensi Jurnalis kawasan Nusra (Bali, NTT, NTB ) yang akan membahas tentang isu-isu kemaritiman di wilayah perbatasan.
Usai deklarasi dan pengukuhan,  ratusan peserta upacara  bersama jurnalis dan warga setempat membersihkan pantai. Kegiatan ini dipmpin langsung Kadis Abraham Maulaka. (Han)

Tidak ada komentar: