Banyuwangi, jejakkasus.com- Beginilah
suasana di desa Tambong kecamatan kabat, saat media Jejak Kasus Radar Bangsa
mengikuti hering dalam pelurusan hak waris di kantor desa Tambong, kecamtan Kabat
dalam permasalahan hak waris keluarga almarhum H JURAIMI. yang mempunyai anak
SUYONO dan memiliki cucu SAMROJI, warga Desa Tambong, kecamatan Kecamatan Kabat Kabupaten
Banyuwangi, kades DODIK terlihat betul betul menunjukan kesan bukan seorang
pemimpin yang patut di contoh oleh masyarakat desa Tambong kecamatan kabat,
juga jam dinas pun kades DODIK tidak memakai sragam layaknya kepala desa yang
punya rasa disiplin yang tinggi, apalagi di jam jam kerja jadi kesannya asal
asalan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Dalam menyelesaikan masalah untuk warga, Kades tidak memberikan contoh yang baik, hal ini nampak jelas ketika kades di datangi Lsm KPJ pimpinan M YUNUS, pada waktu itu di amanatkan pada TEDY DKK, sebagai penerima surat pendampingan sebagai lembaga besar yang selalu membantu dan menjadi sarana bagi masyarakat dalam keterbukaan publik dalam melayani masyarakat di Kab Banyuwangi,yang pada saat itu menjadi pendamping permasalahan hak waris tanah yang di duga ada permainan kades dalam kasus tersebut sehingga masyarakat merasa di lecehkan oleh kepala desa sendiri dengan cara tidak bijaksana dan mecoret coret lampiran silsilah kluarga yang semestinya di bubuhi tandangan oleh kades DODIK, akan tetapi kenyataannya, lampiran yang di serahkan oleh SAMROJI kepada kades DODIK itu malah di corat coret oleh kades DODIK dan di kembalikan pada pemohon SAMROJI (warga) yang mestinya kades melayani Warga sebagai bapak di desa Tambong dan sebagai abdi masyarakat.
Sungguh ironis di duga kades sangat tidak bijaksana, dan terkesan menantang LSM KPJ ( kumpulan anak jalanan ) dan tidak menghargai tamu Jurnalistick dalam peliputan bahkan semua staff di minta kluar dan kades bicara di balik Jendela, terlihat sekali dalam hal ini kalau kades yang sangat menghormati tamu, yang datang dari Lembaga dan Media, Pers demi kebenaran masyarakatnya malah di tinggalkan dengan arogan dan penuh emosional sehingga membuat TEDY lsm KPJ berbicara lantang karna di tingal begitu saja. Apakah sikap kepala desa DODIK layak di contoh?..
Kata orang bijak; Tamu adalah raja dengan bagai manapun tamu harus di perlakukan dengan cara terhormat dan kita tunjukan kearifan kita, bukan memancing tamu untuk memusuhi kita sebagai tuan rumah.
Jelas kejadian yang tak patut di contoh ini membuat warga kelurahan desa Tambong kec KABAT, yang ada di sekitar lingkungan kantor keluar rumah dan meliha adu mulut antara LSM KPJ ( kumpulan anak jalanan ) pimpinan M YUNUS saat itu wakilnya yang datang TEDY, Adu mulut dengan kepala desa Tambong DODIK yang di batasidengan dinding, sehingga terlihat kepala desa Tambong DODIK di dalam dan LSM KPJ di luar kantor dan di krumuni staff dengan wajah penuh emosi.
Kemudian saudara samroji mengadu ke LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KPJ, Media Jejak Kasus Radar
Bangsa yang mendengar ada kejadian tersebut langsung datang dan mengklarifikasi
kebenarannya, ketika di datangi Media, kades juga mengluarkan bahasa bahasa
yang tidak di mengerti dan di duga ada permainan di balik permasalahan hak
waris tersebut, sampai berita ini di turunkan oleh Media Jejak Kasus Radar
Bangsa, Perbuatan tidak terpuji kades DODIK
di hadapan publik, masyarakatnya dan beberapa Media yang hadir, menjatuhkan
citra sebagai orang nomor satu di Desanya, jelas tidak patut di contoh oleh
aparatur pemerintah di kabupaten Banyuwangi. (Gusmemed/jejak kasus).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar