Jumat, 05 Desember 2014

Kades Tambong Banyuwangi Terkesan Seperti Preman



Banyuwangi, jejakkasus.com- Beginilah suasana di desa Tambong kecamatan kabat, saat media Jejak Kasus Radar Bangsa mengikuti hering dalam pelurusan hak waris di kantor desa Tambong, kecamtan Kabat dalam permasalahan hak waris keluarga almarhum H JURAIMI. yang mempunyai anak SUYONO dan memiliki cucu SAMROJI, warga Desa Tambong, kecamatan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi, kades DODIK terlihat betul betul menunjukan kesan bukan seorang pemimpin yang patut di contoh oleh masyarakat desa Tambong kecamatan kabat, juga jam dinas pun kades DODIK tidak memakai sragam layaknya kepala desa yang punya rasa disiplin yang tinggi, apalagi di jam jam kerja jadi kesannya asal asalan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Dalam menyelesaikan masalah untuk warga, Kades tidak memberikan contoh yang baik, hal ini nampak jelas ketika kades di datangi Lsm KPJ pimpinan M YUNUS, pada waktu itu di amanatkan pada TEDY DKK, sebagai penerima surat pendampingan sebagai lembaga besar yang selalu membantu dan menjadi sarana bagi masyarakat dalam keterbukaan publik dalam melayani masyarakat di Kab Banyuwangi,yang pada saat itu menjadi pendamping permasalahan hak waris tanah yang di duga ada permainan kades dalam kasus tersebut sehingga masyarakat merasa di lecehkan oleh kepala desa sendiri dengan cara tidak bijaksana dan mecoret coret lampiran silsilah kluarga yang semestinya di bubuhi tandangan oleh kades DODIK, akan tetapi kenyataannya, lampiran yang di serahkan oleh SAMROJI kepada kades DODIK itu malah di corat coret oleh kades DODIK dan di kembalikan pada pemohon SAMROJI (warga) yang mestinya kades melayani Warga sebagai bapak di desa Tambong dan sebagai abdi masyarakat.

Sungguh ironis di duga kades sangat tidak bijaksana, dan terkesan menantang LSM KPJ ( kumpulan anak jalanan ) dan tidak menghargai tamu Jurnalistick dalam peliputan bahkan semua staff di minta kluar dan kades bicara di balik Jendela, terlihat sekali dalam hal ini kalau kades yang sangat menghormati tamu, yang datang dari Lembaga dan Media, Pers demi kebenaran masyarakatnya malah di tinggalkan dengan arogan dan penuh emosional sehingga membuat TEDY lsm KPJ berbicara lantang karna di tingal begitu saja. Apakah sikap kepala desa DODIK layak di contoh?..
Kata orang bijak; Tamu adalah raja dengan bagai manapun tamu harus di perlakukan dengan cara terhormat dan kita tunjukan kearifan kita, bukan memancing tamu untuk memusuhi kita sebagai tuan rumah.
Jelas kejadian yang tak patut di contoh ini membuat warga kelurahan desa Tambong kec KABAT, yang ada di sekitar lingkungan kantor keluar rumah dan meliha adu mulut antara LSM KPJ ( kumpulan anak jalanan ) pimpinan M YUNUS saat itu wakilnya yang datang TEDY, Adu mulut dengan kepala desa Tambong DODIK yang di batasidengan dinding, sehingga terlihat kepala desa Tambong DODIK di dalam dan LSM KPJ di luar kantor dan di krumuni staff dengan wajah penuh emosi.

LSM KPJ segera melanjutkan permasalahan Kades, dan meloporkan sikap arogan kades Tambong DODIK kepada kepala Daerah kabupaten Banyuwangi (Bupati ) atas sikapnya yang mengabaikan pengaduan masyarakatnya dan mencorat coret lampiran silsilah yang mestinya di kaji kebenaran dan di bubuhi persejuan oleh DODIK yang sebagai Kepala desa, akan tetapi kades malah merusak data tersebut dengan coretan acak pena saktinya, dengan alasan, itu hanya foto copy dan menyuruh staff untuk mencorat coret dan lalu di berikan kepada pemohon kembali SAROJI,(warga) jelas perbuatan ini di tanggapi saroji sekluarga dengan hati tidak nyaman dan merasa di lecehkan Kades DODIK karna sebagai warga dia punya hak sebagai masyarakat mengadu kepada Kades DODIK sebagai orang nomor satu. Bukan corat coren hinaan yang di butuhkan SAMROJI (warga ) tapi kejelasan dari kades sebagai bapak dari warganya.
Kemudian saudara samroji mengadu ke LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KPJ, Media Jejak Kasus Radar Bangsa yang mendengar ada kejadian tersebut langsung datang dan mengklarifikasi kebenarannya, ketika di datangi Media, kades juga mengluarkan bahasa bahasa yang tidak di mengerti dan di duga ada permainan di balik permasalahan hak waris tersebut, sampai berita ini di turunkan oleh Media Jejak Kasus Radar Bangsa, Perbuatan tidak terpuji kades DODIK di hadapan publik, masyarakatnya dan beberapa Media yang hadir, menjatuhkan citra sebagai orang nomor satu di Desanya, jelas tidak patut di contoh oleh aparatur pemerintah di kabupaten Banyuwangi. (Gusmemed/jejak kasus).

Tidak ada komentar: